halaman

Rabu, 23 September 2009

NgeBlog di usia 2 tahun

Mulai cerewet!

Layaknya manusia di usia 2 th, mulai cerewet. Mulai nyari perhatian, mulai nyebelin. Juga ngegemesin...
Blog yg sering gue jadiin santapan juga belum banyak, kurang lebih yang ada di Link GElaskosong itu ajah, tapi dari situlah pencerahan datang menyinari huehehe...
Masih mencoba mencari bentuk terbaik dari blog ini, kalau pun ga sampe jadi yg terbaik paling ga tetep Maksimal. Biar nama blognya ga jadi sekedar tempelan.

...

Berkembang sesuai usia. Gue yakin itu akan terus berkembang, seperti hidup. Pandanga gue tentang hidup selalu bergerak, dinamis dan ga mau diem. Hasrat itulah yang mengembangkan gue, mengayomi sekaligus membesarkan gue di kesaharian ini. Seolah kaya orang tua bagi gue.

Tergelitik sama postingan Raditya Dika soal "Blog Diary anak SD", jangan-jangan tagamaksimal ini masih seperti itu? masih curhat dengan bentuk yg monoton. Bentuk yg ga jauh beda sama diary SMP gue yg bisa di baca banyak orang. Huh! rasanya masih begitu...

Kejutan di postingan gue yg mesti di benahi. Di kuatkan. dan di Tajamkan. Ini jadi target gue. Bagaimana membuat blog ini enak di baca, berirama kaya denger albumnya coldplay yang baru. Punya nuansa, bisa bikin orang pingin tau ada apa lagi di dalemnya. Pingin bikin tulisan yang emang Jujur.

Satu hal gue ga mungkin nyenengin banyak orang.

Jadi lewat tagamaksimal yg berusia 2 tahun ini (belom sampe sih) gue mencoba nyenegin sebagian orang. Lewat postingan, lewat pemikiran gue yang sering berkelebatan. Menyenangkan orang dan diri sendiri.. Manjadi anak-anak yang ga bosen terus di isi. Ga apa-apa jadi anak SD juga deh, biar semuanya dateng tepat pada waktunya. Mencari bentuk tulisan blognya sendiri

Ga perlu terburu-buru.

Seperti bloger-bloger kesayangan gue. Ga perlu terburu-buru kalo ngeBlog.

Biarkan Tanah Menjemputnya

Bagaimana manusia di ujung hayatnya? setelah roh terlepas. Lantas? berbagai tradisi mewarnai. Menjadi abu, menyatu dengan tanah hingga hilang tak berbekas. Lalu siapa yang punya kuasa menentukkan dimana kita memutuskan meninggalkan jasad ini?
Siapa yang berhak melarang?

...

Sungguh saya sempat teriris ketika orang-orang PKI dilarang dimakamkan kembali di daerahnya. Warga setempat merasa derahnya akan "tercemar". Mereka anti komunis.
Begitu pun saya kembali menganga setelah tadi meyaksikan adegan yang tidak begitu berbeda di televisi, warga kudus menolak jenazah orang yang dianggap teroris. Mereka keberatan saat daerhanya ada kuburan teroris.
Apa pun sifat dan sejarah mereka yg mati, ketika mati mereka tinggallah jasad. Semuanya hanya fisik. Tak ada arti dan guna. Biarkan saja terpejam dan menyatu dengan tanah. sebagaimana di riwayatkan. Mengapa mereka takut? Siapa yang tidak melihat sebagai manusia.

manusia.
bukan komunis ataupun teroris.

mereka manusia, sama

seperti

Kita.

...

Ini tanah milik siapa? ini tanah tak akan mencemarkan kebaikan dan keburukkan seseorang? ini tanah tak akan menandakan siapa baik siapa jahat... ini tanah punya caranya sendiri. Kalau hendak menolak ia pun menolak. Kita tak berhak! meamngnya kita lebih mulia dari komunis dan teroris.

Senin, 21 September 2009

Skenario Tuhan di tahun ini

Selalu ada kejutan, mungkin ini tak ada yang memperkirakan.
Sebagai Ibu ia meminta anak-anaknya untuk hadir di sampingnya ketika malam bertakbir. Tapi kesibukan dan urusan masing-masing anak-anaknya membuat tidak bisa mengabulkan permintaannya.

...

Kejutan itu hadir. Ibu jatuh sakit, perlu untuk di rawat. Tak kuasa menahan kegelisahan anak-anaknya langsung bergegas menghanpirinya; akhirnya. Dengan penuh cemas namun berusaha memendam kegelisahan anak-anak ini akhirnya berkumpul.

Tepat di malam takbiran sekenario Tuhan, akhirnya mempertemukan keluarga ini. Hal yang di minta sang Ibu jauh-jauh hari sebelum ia jatuh sakit.

Kamis, 10 September 2009

Di depan banyak pasang mata

Ada di balik komputer dan di depan banyak pasang mata buat performance. 2 hal berbeda gue jalanin. Yang satu lebih memilih "hening" dan asik sendiri, yups... kala lagi di balik komputer gue jarang kerja pake musik (salah satu "hening" itu). Gue lebih suka ngobrol sama pikiran gue, lebih merasa nyaman kalau sepi... Begitu ada di depan banyak pasang mata, gue muncul sebagai sosok yg beda lagi. Keduanya mengasikkan...

Ada di depan banyak pasang mata buat berbagi cerita dan pemikiran lewat presentasi atau apalah itu sebutannya gue selalu merasa antusias buat ngelewatinnya. Berasa semua Indra yg gue punya diajak buat peka dan bekerja keras. Di situ gue merasa harus bisa mengkobinasikan semua Indra yg ada. Di situ juga gue di tantang buat membuat "suasana", membuat komunikasi gue mengalir tanpa perlu jadi pengkhotbah...

Entah kenapa, mungkin panggung lah yg membuat gue merasa nyaman ada di depan banyak pasang mata. walaupun saat ini masih belum mau ngejajal panggung itu lagi (teater). Beberapa tahun terakhir gue dapet kesempatan untuk berbagi lewat presentasi.



...
Sampai detik ini masih belajar untuk membuat presentasi yg bisa persuasif, ini gue dapet dari dosen Ulani Yunus (salah satu dosen yg gue kagumi). Nyatanya masih susah juga hehe... Kalau melihat presentasi yg bikin "bergetar" gue melihat Arief Budiman ada disana, baru 3 kali sih ngeliat dia presentasi tapi huhuuuy yahuud! dia mampu bikin orang yg ga tau dia jadi penasaran pingin tau... bisa bikin kejutan-kejutan disaat performance, bisa naklukin suasana dan ga tenggelam sama audiance-nya... my hero lah.

Gue mungkin belum sebanyak mas Arief dan Ibu Ulani buat berbagi, mungkin belum ada sekelingkingnya kali. Sungguh tulisan ini hanya untuk mengingat..hehe
Materi presentasi "Lebih enak jadi laki-laki atau perempuan?" dari ibu Ulani buat gue, bagi gue menantang. Terus gebrakan presentasi an-konvensional di kelas pak Harry juga gue suka, semua pembicara pake topeng.

...

Hampir setiap tahun gue dapat kepercayaan buat "berbagi" di depan mahasiswa baru, tahun pertama di kampus gue berbagi tentang karya "Maskman" yg dapet silver di pinasthika tahun 2006. 2 tahun setelah itu dapat kesempatan berbagi di depan mahasiswa komunikasi interstudi , "Jer Besuki mawa beya" menjadi topik gw saat itu. di tahun yg sama gue juga berkesempatan berbagi kembali ke mahasiswa baru di MOS, topiknya "Provokatif Proaktif" ini gue ambil dari judul albumnya Panji, jauh sebelum orang-orang tau dia kayak sekarang... terakhir waktu MOS tahun ini "Yuk! Belajar jadi pelacur" menjadi topik gue.

Satu hal yg gue percaya saat ada di depan, gue lagi menyampaikan informasi ke orang yg hidup. Gue ga sependapat kalau buat menghilankan ke gerogian menganggap audiance itu batu..huuh!
mereka hiduup!

Tapi baru kemarin rasanya setelah presentasi (yg katanya seminar) gue dapet fee. Aneh! cuma itu yang ada di pikian gue, walaupun amplop itu gue terima tapi tetep berasa aneh (sampe lupa ngucapin makasih malah). Saking bingungnya... Dody pun berkata "wah mas taga sekarang kok jadi komersil???". Iya ya dod? sebetulnya gue dateng buat bebagi kan sebagai mahasiswa, sesama mahasiswa malah... kok ya malah dapet fee. Inikan bukan komersil, semata-mata atas nama kebersamaan. Kata siapa kebersamaan itu ga ada. Emang naif, ga menerima di bayar. Kalau dalam kondisi yang betul-betul seminar dengan di undang dari yayasan kek mungkin pantes... ah ga  juga sih. Gue inget betul Arief Budiman bilang gini "silahkan materi presetasi saya bisa di ambil nanti, karena sbenarnya ilmu itu gratis". Yups! dalam hal presentasi atau berbagi kayaknya gue belum sampai tahap itu; dibayar. Asli ini murni dari hati, panggilan yg emang gue suka.

"Dalam hidup ini ada 2 hal yg suka. Cinta dan Musik. Gue ga mau itu dibayar dengan apa pun, karena itu biar tetep mahal buat gue. Ga ada yg bisa ngebayar ke sukaan gue" Ijong pernah bersabda begitu ke gue dalam sebuah obrolan yg khusyuk di temani sama EsTea.

tapi nyatanya gue terima juga tuh walaupun rada ngeBlank! akhirnya hari itu gue bagi duitnya ke aloy dan reggy yg nemenin gue presentasi. Terus gue ajak mereka nonton dan main di amozone, ga lupa ngajak Upul gabung.. buat gue itu bukan milik gue sepenuhnya. Sekali lagi ini TULUS.

Ada hal lain yg gue kerjain dan patut untuk dibayar.

Senagnya kembali menjadi anak kecil, bisa lompat-lompatan....