halaman

Rabu, 12 Mei 2010

Melompat lebih tinggi

Semua teori sudah disimpan dalam catatan kecil itu, tak pernah di bawa saat aku mulai menerjang matahari. Kadang masih terlintas


namun sudah kuhempaskan,


semua hanya petuah. Didengar saja bukan dihafal.


Bukankah yang terpenting tahu teori berfikirnya, bukan menghafal abjad yang tertera dari analisis para profesor. Buat apa dihafal kalau menjadi mekanis. Akal memang perlu, 


Yang penting jangan jengan untuk mendengar petuah-petuah itu. Sekali lagi bukan untuk dihafal, semua akan berubah menjadi candu.


Buatlah petuah itu sendiri. Buat

Jumat, 09 April 2010

Blog ini jadi saksi


Januari 2009 gue cukup intens tuker pikiran sama mas Lanang (alm.) Ada beberapa postingan yang tersimpan di blog ini... dan punya kegelisahan yang sama tentang kelokalan dan nusantara, infonya kadang gue ga terlalu tau tapi dari obrolan itu jadi ngeh...

Beberapa link postingan itu :

Tengkyu Nang!

Rabu, 07 April 2010

Lanang Lega Dilaga



Pertemuan dalam project video klip Janice. Dari situ penilaian gue kalau Lanang orang yang total. Ngurusin dari mulai ribetnya import data kamera F355 sampai ngedit offline. Singkat memang...

Setelah itu sempat beberapa project bersama tapi sebuah pertamanan yang tercipta rasanya lebih bernilai dari pekerjaan kita.

...

Penuh kejutan. Ada di kawan gue ini. Lebih dari itu gue mengenal sosok yang taktis namun ga banyak bicara langsung. Anehnya kalo lagi berdua ngobrol dia bisa jadi temen yang hangat buat tuker pikiran. Beberapa bungkus rokok dan malam menemani kita Nang... keseriusan dan kekonyolan kita lewatin, selalu gue simpen itu. Temen yang selalu total kalau ngebatuin. Walaupun suka ga bisa menetupi keemosiannya, buat gue elu sosok dewasa Nang.

Romantis. Tampilan elu yang cuek ga bisa nutupin keromantisan, kehangatan dan perhatian elu ke orang-orang yang elu anggap berarti.

Bahkan sama orang yang baru kenal pun elu hangat dan bersahabat.

Gue sampai lupa kapan kita berkenalan saat project klip Janice itu, rasanya baru beberpa tahun yang lalu. Tapi gue kenal elu kayak udah lama. Kadang elu ngasih pemikiran dan masukan buat gue. Walaupun kita ga pernah menyentuh wilayah pribadi diri kita masing-masing.

Gue kenal Lanang yang ga mudah nyerah dan tenang walau dalam kondisi tertekan. Dalam pekerjaan gue liat itu... bahkan dalam waktu yang sempit sekalipun.

Banyak yang masuk di hidup gue, dan elu salah satu yang masuk dan ngasih bekas. Punya arti...

....

Januari 2010 kemarin elu mulai sakit, sampai detik elu kritis pun gue ga pernah ketemu langsung lagi sama elu. Gue cuma ketemu pas pinjem charger mac, itu pun elu mulai sakit. Paling kita ketemu di dunia maya, gue cuma seru-seruaan doang sama elu, kali itu intensitas ngonrol kita memang semakin berkurang. Gue pernah tanyan "Udah sembuh nang?"... elu jawab "udah". Gue rasa elu memang merasa ga pernah sakit, karena elu punya sikap.

Nang gue tau elu mungkin ga akan bisa baca blog ini, karena elu udah disana. Penyesalan gue yang ga bisa nemuin elu pun ga akan ada guna "Nyesel cuma buat bencong!"

...

6 April 2010 elu benar-benar istirahat. Elu menutup keduniawian  di tempat yang elu selalu suka; rumah.  hari itu dimana niatan gue buat dateng setelah Jati jam 2 pagi ngabarin tentang kondisi elu yang makin turun.

Nang gue tau elu suka diperhatiin walaupun kadang elu enggan. Gue cuma bisa merhatiin ketika di hari elu menuju hidup baru. Gue lihat di hari itu elu begitu dicintai banyak orang, di facebook elu begitu banyak doa dan simpati. Mungkin elu ga akan bisa bales komentar mereka di facebook sekarang, tapi disitulah gue melihat elu begitu berarti.
Tengkyu nang, gue selalu merasa elu tetep ada. Karena kita jarang bertemu. Sekalinya ketemuan kita bisa gila-gilaan sampe lemes. Gue tetep merasa kelakuan elu tetep hidup. Gue tetep merasa kalau blog ini jadi catatan pemikiran elu, beberapa postingan disini hasil diskusi kita berdua... terutama kegelisahan tentang kelokalan dan nusantara.

....

Selamat hidup Nang; elu baru saja memulai kehidupan...

Tetap lurus ya Nang...

Selasa, 30 Maret 2010

1 tahun setelah langkah itu diambil.



Jam 12 lebih beberapa menit sms itu terkirim. Kata-kata terimakasih untuk Tuhan karena memberi Kami kesempatan untuk bersama.

...

Di taman belakang sepakat untuk mencoba merangkai impian bersama lewat kenekatan jiwa muda Kami. Catatan penting dari perjalanan yang hendak diukir. Tumpeng pun menjadi saksi dari doa dan harapan, lingkaran besar penuh semangat terlihat dalam mata-mata Kami. Yakin karena bersama-sama.

Satu tahun berlalu di hadapan, kembali mengingat itu semua di pusat kota; Monas. Lingkaran itu tidak sebesar dulu mungkin juga semangat itu. Tapi kita tetap harus tersenyum dan tertawa, karena ada harapan besar di depan Kita. Datang dan pergi itu hal yang biasa bagi kita. Namun semangat yang datang dan pergi harusnya patang bagi Kita.

Kita terbiasa berteman sejak 5 tahun yang lalu, pertemuan dan nasib yang menyuratkan itu semua. Pertemanan terakhir kalau kata kawan saya Erwan. Namun ada keinginan untuk menjadi mandiri disitu, bekerja dan menjadi pemilik. Sekuat tenaga Kami menyaksikan satu persatu lepas dari barisan ini, itulah pilihan. Tidak semudah yang dibayangkan memang, mungkin sekarang ada yang sedang menertawakan kenekatan Kami, biarlah itu menjadi pelecut Kami untuk terus bertindak.

...

Kantor sekarang usang. Kurang hangat. Beberapa orang mulai mencermati ini dan mulai membangun kembali semangat untuk merajut impian ini.
Ini memang harus dilewati; Kami menyadari  itu. Namun seperti apa Kita akan melewati di usia yang semakin bertambah ini. Tindakan yang Kita ambil semestinya jauh lebih tegas dan bijak dari 5 tahun yang lalu; saat Kita pertama kali dipertemukan.

Kita semakin tua, semakin banyak melihat, mendengar. Kita “Memang tidak nampak seperti serdadu ataupun narapidana, akan tetapi pada kenyatannya Kita adalah keduanya…”

Selamat bertambah usia impian. Media kreatif penuh semangat dan keyakinan.
bertindak!