halaman

Minggu, 30 Oktober 2011

A word can hold the secret of the universe

Ajang kreatif selalu mengantarkan hasrat. Pembelajaran singkat kadang tersirat.

...

Setiap orang pasti pingin ikut ajang kreatif, tapi terbukti ga semua orang berhasil melakukannya. Semua melihat ajang kreatif pasti beragam. Bisa sebagai ajang pembuktian, bisa juga sebagai latihan... mungkin ada yang melihat cuma buang waktu.
Segala kendala teknis sampai ga punya temen buat bantuin bisa bikin langkah ikut ajang kreatif terhenti. Belum lagi masalah ga punya duit buat daftar...
Setumpuk tugas kuliah bisa mengikis keinginan untuk daftar dan mengirimkan "gagasan kreatif" kita.. segala rutinitas keanak mudaan juga dengan mudah mengalahkan keinginan kita untuk ikut ajang kreatif; lumrah... 
dan itulah realitanya. 

Tapi paling tidak memupuk jiwa berkompetisi sesekali perlu. Bagaimana tahu rasanya menang kalau belum pernah melihat orang lain menang dan mengangkat piala dengan gagahnya di panggung.
:)

...

Paling sulit adalah memulai. Tapi lebih sulit lagi kalo ga pernah memulai hehe...
Membangunkan "macan" mungkin perlu cara tersendiri. Ternyata kata-kata hanya berlaku sekian persen untuk membuat "macan" bangun, ada cara lain yang lebih efektif dan mengena... mungkin tidak sekedar bangun, tapi mampu mengaum.


Perlahan, sekumpulan penggiat kreatif ini menunjukkan hasilnya. Berkompetisi.
Menaklukkan brief dari penyelenggara hingga menaklukkan segala kendala yang ada. Dengan kemudahan fasilitas di zaman digital seperti sekarang tentunya ga sulit untuk membuat video.


Rasanya itu semua belum cukup untuk membuat "melek" para penyelenggara dan petinggi yayasan. 
Dalam setiap penyelenggaraan Road Show Pinasthika, jalur InterStudi selalu terlewat... tidak ada promo yang mampir. padahal ITKP cukup sering menjadi persinggahan panitia.

Setiap para penggiat kreatif ini berhasil membawa "piala kreatifnya" pihak petinggi yayasan seperti kurang "perhatian"... padahal pas ikut ajang kreatif pakai nama almamater...paling tidak petinggi yayasan mampu memberikan semangat bahkan apresisasi lewat beasiswa.

Begitulah...
Tapi inilah menariknya, tanpa iming-iming hadiah,
tanpa iming-iming beasiswa
tanpa iming-iming apa pun
para penggiat kreatif ini tetap mengirimkan "gagasan kreatif" mereka. 


Ini bisa jadi pekerjaan rumah, bisa juga ga sih... karena anak muda memang butuh tantangan.
Perubahan itu bisa dirasakan.


"Gagasan ide" yang ada di sini mampu menghadirkan semangat, sekaligus pembelajaran. GOKill !!

Izinkan disuasana yang penuh kemeloan ini saya mengutip lirik, sehingga kebahagian ini bisa di rasakan.

We’re taking the long path 
Our steps are moving together 
Sunset is calling… 
sunset is calling again 

Oooh, the story is out of line 
we should pick it up again 
something has been made out 
the brightening day shall arrived 

A word can hold the secret of the universe 
and silence is the hardest thing for us to unveil 

together we’ll reach happiness 
part the ocean and through the sky 
but silence is the hardest thing for us to unveil 

pure saturday - spoken

Senin, 29 Agustus 2011

Rumah di Wonogiri

Sempat berkunjung kerumah tua, terbuat dari kayu jati sepertinya. Tanpa plafon, hanya genting menganga. Dua buah ruangan besar terpisah. Satu untuk dapur dan makan, satunya lagi kamar dan ruang keluarga. Ada cahaya menerabas keras dari sela-sela genting. Udaranya memang menyengat.

Tapi di dalam terasa sejuk karena atapnya cukup tinggi. Coba injak lantainya...
Ubin abu-abu khas bangunan lama; adem.
Senyum ramah pemilik rumah yang sudah sepuh tak kalah menambah suasana hangat di dalamnya.

Wonogiri-2011

Rabu, 22 Juni 2011

Kuyu

Pagi itu gue masih terjaga, waktu dimana kebanyakan orang sedang terlelap. 3:43 AM waktu menunjukkan di monitor komputer. Ada beberapa hal yang harus di selesaikan pagi itu. Saat seperti itu gue lebih suka tidak mendengarkan musik dari iTunes, dengan begitu gue punya kesempatan bertegur sapa dengan sosok di dalam diri gue.

Ritual kecil yang menjadi rutinitas.

Pagi itu sosok itu tidak akrab, sulit sekali. Namun ketika jam monitor menunjukkan waktu 4:00 AM gue di temani laki-laki bermata kuyu di samping. Matanya seperti berbicara tentang harapan. Gue nengok sedikit ke sosok itu lalu gue kembali bekerja karena sedang membunuh waktu.
Tidak terasa mata gue mulai "kereyep-kereyep", gue ambil sebatang rokok dari bungkus merah di depan mata. "Api....?" suara itu tiba-tiba memecah, pelan namun tiba-tiba.

Lelaki bermata kuyu itu menawarkan api. Lalu berbicara lebih pelan dari sebelumnya "tak usah terlalu melawan diri sendiri...". Setelah gue menghisap rokok rasanya ingin menghentikan sejenak pergerakan mouse di tangan kanan, lalu menjawab pernyataan lelaki itu.

Gue pun terus mengerjakan potongan-potongan gambar dan tak berminat menjawabnya. "masih ingat dulu, kamu begitu mudah bercerita soal hidup padaku...". Pendirian gue tak sekuat itu ternyata, mungkin karena memburu waktu pekerjaan yang harus rampung jadi moodnya tidak setabil. "masa?" gue pun menjawab singkat.
"Air muka kamu banyak berubah sekarang. itu menurut aku"
Gue tatap muka laki-laki itu, rada bingung sih. Laki-laki itu mengalihkan pandangannya ke bungkusan rokok di depan gue.

"...Maksudnya apa?" gue rada terbata-bata. Laki-laki itu tersenyum kecil tapi pandangannya tetap ke arah bungkusan rokok.
"Kalo mau rokok ambil aja kali..." gue coba mengambil alih suasana.
"Terimakasih." sahut laki-laki itu.

Gue putuskan untuk kembali mengambil mouse dan meneruskan pekerjaan. Hanya suara klik...klik...klik... dan hisapan rokok dari mulut gue yang sekarang terdengar. Tapi kenapa gue jadi ga fokus dan penasaran buat ngomong lagi sama laki-laki itu. Gue tahan keinginan itu, gue lawan sekuatnya.

"Tak usah terlalu melawan diri sendiri..." suara itu kembali memecah, tapi lelaki itu sekarang tidak duduk di samping gue. kayaknya ada di belakang gue. Gue menoleh pelan kebelakang, lelaki dengan mata kuyu itu menatap gue sekarang. Cukup lama saling bertatapan, tanpa kata-kata. Jari gue sampai berasa panas karena rokok yang di pegang mulai habis.

"Kamu lihat diri kamu. Sama seperti aku. Mata kita sama, muka kita sama, badan kita juga sama...".
Gue masih menatapnya dalam, "...hanya air muka kita yang tak sama sekarang."
Gue nahan panas rokok di jari yang semakin menaik, mulut gue susah bergerak. Suara gue ketahan di leher, gue coba menelan sisa-sisa ludah di tenggorokan. Karena lelaki bermata kuyu itu ternyata punya perangai yang sama kaya gue.

Hanya lebih muda saja.


(masa lalu yang males bernostalgia...)











Minggu, 08 Mei 2011

Cukup untuk memecah keheningan

Suamiku.......
Aku ingin akulah yang pertama menemukan uban di antara helai-helai rambutmu dan menggaruknya ketika engkau mengeluh kulit kepalamu tiba-tiba menjadi lebih gatal dari biasanya. Dan ketika helai-helai itu semakin bertambah dengan suka cita aku akan menyisirinya, tak perlu meminta pewarna rambut. Suamiku, rambut kelabumu kan tampak seksi di mataku.

Tak perlu khawatir.......
Aku siap mencarikan kacamatamu ketika kamu lupa tempat menaruhnya. Atau akan kubuatkan sebuah kotak segala ada, tempat engkau dapat menaruh semua barang dan perkakasmu sesukanya. Ketika malam-malam dingin dan rasa ingin pipis tak tertahan lagi, jangan ragu untuk membangunkanku. Suamiku..... ini tanganku di sampingmu jangan ragu jadikan tanganku sebagai peganganmu.

Suamiku.......
Aku tidak menginginkan yang muluk-muluk. Aku ingin mendampingi masa tuamu, aku ingin tua di sampingmu, bersamamu.

Sehatlah selalu suamiku sayang.......
Agar engkau juga sempat meraba kepalaku yang ditumbuhi uban, agar sempat aku memamerkan gigiku yang mulai tanggal.

Sehat, sehatlah suamiku.......
Agar ketika kita tua, kita masih sanggup menemani anak cucu kita bermain bersama. Atau sekedar mengunjungi mereka saat hari libur tiba. Kupikir lebih baik kita saja yang mengunjungi mereka sambil membawakan makanan kesukaan mereka. Mungkin nanti anak cucu kita akan lebih sibuk dari hari-hari sibuk yang kita jalani sekarang. Kita akan jadi orang tua yang paling pengertian ya kan, sayang.....

Suamiku.......
Aku ingin tetap mesra bersamamu, hingga tua. Tetap membisikkan kata cinta, meski pendengaran kita semakin berkurang. Jangan malu untuk sedikit berteriak di telingaku ya...?! Kau tahu, aku sangat suka mendengarkan ungkapan sayangmu.

Ku ingin kita.......
Tetap saling memanja, semampu tenaga yang masih kita miliki. Anak, cucu, ponakan dan keluarga kita pasti akan menyangi kita berdua, tapi percayalah aku yang paling tau cara memanjakanmu demikian engkau yang paling tau cara memantik binar di mataku.

Bila waktu memang menggerus banyak hal.....
Bila usia memang mengikis banyak hal.....
Aku berharap, semoga itu bukan cinta dan kasih sayang kita.

Bila memang tiada yang abadi.....
Bila memang semua akan berakhir.....Bila memang semua akan terhenti.....
Aku berharap, sepanjang waktu yang kita miliki, temani aku untuk melakukan yang terbaik untuk cinta yang kita punya. Menjadikan cinta dan hubungan yang kita bina sebagai anugerah paling indah dan paling berharga.

Apapun boleh berhenti, tapi tidak dengan niatan tulus untuk saling mengasihi.

Apapun boleh usai, tapi tidak dengan upaya gigih untuk saling mejaga, upaya gigih untuk saling membahagiakan.

Suamiku.......
Hari ini, menit ini, detik ini, aku seperti bisa menatap proyektor besar tak bertepi, memutar film tak berjudul yang kita perankan, ada dua tangan keriput yang saling menggenggam. Tanganku dan tanganmu.

Tapi ketika adegan berganti, saat film hampir usai, aku tak sanggup lagi menatapnya, semua menjadi kabur dan basah oleh Air Mata.
__________________________________________________

*-Ku ingin mencintai mu sepenuh hatiku, tapi tak bisa
*-Ku ingin bersama mu selamanya, tapi takkan mungkin
*-Ku ingin sehidup semati dengan mu, tapi semua itu gombal belaka
*-Karena ku ingin hanya Allah dihati ku
*-Yang Takkan Meninggalkan ku, Takkan Berpisah dan selama-lamanya krn semua itu bukan gombal
*-Kalau pun aku mencintai mu, itu karena Allah
*-Karena Dia-lah yang menggerakkan hati ku untuk menyayangi mu
*-I love you..... because "Uhibbuka fillah"



*terinspirasi dari sesuatu, maaf keadaannya saat ini ga bisa ksh kado berlebih, hanya ungkapan hati & harapan terbaik untuk suamiku tersayang.....Selamat Hari Lahir Suamiku....



(message di inbox dari Istriku, Tatik Leviana. Di hari lahir yang ke 27)